16. Serba Salah

2048 Kata

Makan malam di rumah Ayah hari itu kembali ramai dengan ocehan Naura yang tidak ada habisnya. Ayah pulang bersama Papa setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, saat ini kursi roda yang berminggu-minggu digunakan Ayah sudah tak ada lagi. Zia tersenyum lega saat melihatnya. Meski ia tahu sakitnya kaki Ayah hanya pura-pura, tapi itu berarti Ayah sudah bebas dari kepura-puraannya bukan? Yang membuat gadis itu khawatir saat ini sebenarnya kondisi penyakit Ayah. Apa akan membaik atau bahkan sebaliknya? Zia tidak berani bertanya langsung karena takut Ayah malah lebih mengakhawatirkannya. Mau tidak mau akhirnya Zia hanya bisa mengawasi dan sesekali bertanya pada Ardi mengenai kondisi Ayah. “Kenapa Nak?” Ayah bertanya, melihat putri bungsunya itu menghela napas ditengah-tengah makan malam mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN