Sorak-sorai lenyap dalam sekejap. Bum! Terdengar ledakan yang cukup kuat. Kayu yang memerah terlempar ke segala arah mengenai orang yang berkerumun di dekat sana demi melihat Laya yang hendak dibakar. Satu-dua mengalami luka bakar, beberapa di antaranya sempat menghindar. Trientara menganga lebar-lebar melihat tidak sedikit pun ada bekas luka atau pun sedikit pakaian Laya yang terbakar. Selama kurang lebih dua puluh menit dililit tali api, kemudian dibakar bersamaan, bagaimana bisa itu terjadi? Senyum dan tawa kemenangan Tienpo seketika hilang bak ditelan bumi. Dia meneguk ludah. Apa yang dia lihat sekarang sama sekali tidak terlintas di kepalanya. Trientara menahan napas. Dugaannya benar. Tidak mungkin Laya bisa dikalahkan dengan mudah seperti tadi. Laya sengaja melakukan hal tersebu

