Mata yang sembab itu mengamati refleksinya sendiri di cermin. Satu kata yang dapat menggambarkan kondisi dia pada minggu pagi ini. Kacau. Di dalam kepalanya terus memikirkan kenapa Kakaknya bisa membela perempuan ular itu. Rasa-rasanya Rachel pun jijik untuk sekedar menyebut namanya. Kakaknya, orang yang selama ini melindunginya lebih dari dirinya sendiri itu untuk pertama kali membentaknya, memarahinya, menunjukkan raut wajah asing padanya dan ... Mengatainya sampah? "Gue akan bikin hidup lo gak tenang!" kedua tangannya bergerak untuk menjatuhkan semua barang yang ada di hadapannya. Ia menatap bayangannya sendiri dengan nyalang, menyedihkan sekali hidupnya! "ARRRRRGGGHHHH! MATI AJA LO JALANG!" teriaknya sekaras mungkin. Prang! Tangannya yang mengepal itu maju un

