"Pergi lo," usir Rachel. "Ah, gue memang mau pergi." cowok itu tersenyum musterius. Ia melangkah maju ke arah Rachel dan, Cup. Suara pekikan siswi terdengar nyaring dan sorakan para siswa yang berkumpul disini. Rachel mematung, mencoba mencerna apa yang terjadi barusan. Seketika matanya berubah semakin merah. Bugh. Prang!!! "SIALAN LO!!!" Suara bentakan terdengar seiring bunyi pecahan mangkuk bakso terjatuh. Semua orang yang menyaksian tampak diam setelah mereka tadi bersiul dengan nyaring. Entah sudah ada atau belum yang melaporkan hal ini pada guru BK atau mereka terlalu asik menonton. Rachel masih mematung di tempatnya, sedangkan Marchel terlihat emosi yang sekarang sedang menduduki perut cowok itu. Ia memukul wajah cowok itu sekali lagi dan menatap Ra

