Angin menari-nari di sekitar tubuh Britney. Menggelitik kulitnya seakan memiliki niat untuk membangunkan peri yang tertidur itu.
Sudut bibir Britney terangkat, ia tersenyum meski belum membuka mata. Sebuah keajaiban kembali menghampirinya. Ingatannya dari masa sebelum terlahir menjadi peri bunga telah kembali.
Sekejap kemudian ia melompat dari ranjang, menari dan tertawa senang.
"Aku dan Leonard akhirnya bersama! " Britney berputar-putar karena bahagia.
"Aku harus menemui Leonard sekarang! Ups tunggu, aku tidak boleh terlihat buruk saat bertemu dengan Leonard. "
Dengan lambaian tangannya, Britney berhasil menyihir dirinya menjadi peri manis, berwarna pink beriris hijau. Sayangnya tanpa sayap.
Ia sama sekali tidak menyadari jika pria penguasa kegelapan yang bertengger di pohon tengah menahan kesakitan di hatinya. Dia berdiri tegak, memancarkan aura mulia namun sarat dengan kesakitan.
Ternyata semua yang ia harapkan terbalik dari kenyataan. Britney bukannya mencari dirinya namun malah berlari menuju Leonard.
"Britney... " bisiknya.
Suara dalam dan lembut melebur menyatu bersama angin yang bertiup. Menghantarkan nyanyian kesedihan ke dalam jiwa sang pujaan hati.
Britney sempat terhenti dari luapan kegembiraannya. Kakinya yang berlari untuk menghampiri Leonard berhenti secara otomatis seolah tak mampu melanjutkan langkahnya. Dia merasa jika ada seseorang yang melihatnya. Wajah Britney pun menoleh ke arah belakang tubuhnya.
'Drew... ' Hatinya berbisik. Namun tidak ada siapapun di belakangnya. Hanya sebuah suara tanpa wujud nyata.
Meski sempat ragu, Britney akhirnya mengabaikan panggilan yang hinggap di hatinya. Lalu ia melanjutkan langkahnya menuju Leonard yang kemungkinan melakukan pekerjaan seperti manusia.
Langkah kaki Britney terus terayun. Britney seperti pecinta gila yang mencari sang kekasih. Mata, hati dan bibirnya mencari keberadaan makhluk berambut merah panjang itu.
"Leonard! "
"Leonard! "
Britney berlari berputar - putar di sekitar tempat tinggal mereka selama ini.
"Leonard, di mana kau!?"
Ternyata pria yang ia cari sedang mencabut sayur yang mereka tanam. Baginya menyatu dengan alam adalah kebahagiaan tersendiri, oleh karena itu Leonard enggan pergi ke kota untuk bekerja.
"Aku di sini Britney! " jawab Leonard sambil membawa sayuran di dalam keranjang. Penampilannya tidak lebih dari petani desa yang polos dan tampan.
Melihat Britney yang berlari ke arahnya. Leonard tersenyum lembut. Sesaat kemudian dia menyadari jika Britney yang menuju ke arahnya bukanlah Britney yang kemarin. Dia adalah Britney yang terlahir bersamanya dari busa lautan negeri peri atas awan.
Grep.
"Akhirnya, setelah sekian ribu tahun aku bisa melihatmu kembali,"bisik Britney. Diam-diam air mata mengalir di pipinya. Berkat bunga es biru pemberian Drew, dia mampu mengingat kisahnya di masa lampau sebelum terlahir menjadi peri bunga Sakura.
Leonard membalas pelukan dari Britney. Perasaan yang ia tahan selama ini akhirnya ia lepaskan. Semua ini diluar perkiraannya. Leonard tidak menyangka jika Britney mampu mengingat kehidupan terdahulu.
"Aku merindukanmu, aku merindukanmu, Britney, " bisik Leonard. Gadis ini adalah cintanya, hidupnya, jiwanya. Apapun akan ia lakukan selama Britney bahagia. Sayangnya mereka terpisah karena sebuah kutukan.
Britney mengeratkan pelukannya. "Aku lebih merindukanmu Leonard. "
Mereka berdua masih berpelukan untuk menuntaskan rasa rindunya yang tidak menghilang sedikitpun. Sudah terlalu lama mereka terpisah.
Sekali lagi mereka tidak menyadari sosok bak jelmaan kekuatan dari kegelapan yang menatap mereka dengan sorot kesakitan. Tangannya mengepal, bergetar dan siap untuk membunuh. Dia tidak bisa menerima jika gadis yang ia cintai memilih pria lain.
"Kenapa kau melupakanku Britney!" geramnya dalam hati. Sesaat kemudian Drew menghilang menuju tempat yang sudah ia siapkan untuk menghabiskan hidupnya bersama Britney. Sebuah tempat di negeri bayangan yang terlindung dari energi negatif. Akan terapi kenyataan menghantamnya begitu kejam. Peri yang ia cintai dengan segenap jiwanya, ternyata jatuh cinta pada pria lain.
"Agghhhrrr! "
Drew menghancurkan barang-barang yang tadinya tertata rapi. Hatinya berdenyut sakit. Ia bahkan berharap jika dengan menghancurkan barang-barangnya rasa sakit di dadanya hilang. Sayangnya hal itu tidak mungkin.
"Kenapa kau mengkhianati ku Britney! "
"Aku lebih suka membunuhmu dari pada melihat kau berada di pelukan pria lain, arrghhh! "
Kedua orang kepercayaan Drew mendatangi kastil yang Drew persiapkan untuk Britney. Mereka mengira Drew akan menyiapkan perhiasan untuk menghias dinding kastil. Ternyata mereka salah.
Lord mereka kembali merasakan patah hati. Adrian dan Louis yang menyaksikan kehancuran pemimpinnya dan tidak bisa berbuat apapun. Andai mereka bisa, ingin sekali mereka berdua menculik Britney dan mengikatnya untuk dihadiahkan pada Drew. itu tidak mungkin bisa semudah itu. Peri itu pasti akan membenci Drew. Lalu semua akan berakhir berantakan.
Adrian menangkap kegelisahan Louis. Dia menepuk bahu Louis dan menasehatinya. "Ini adalah hasil dari perbuatannya dulu. Kita tidak bisa berbuat apapun. "
Sementara itu, Leonard mengangkat Britney seperti pengantin. Air matanya turun menetes di pipinya. Dia menyadari jika tidak mungkin bersama Britney lagi. Kutukan yang mereka berdua terima tidak memungkinkan dirinya bersama Britney selamanya. Dalam waktu dekat Leonard dirinya pasti akan menghilang meninggalkan Britney sendiri di dunia ini.
Oleh karena itu, ia tidak keberatan Drew mendekati peri yang ia cintai. Setidaknya ada yang berperan menjaga Britney ketika dia tidak di samping Britney. Jadi dia harus berbicara pada Drew demi peri yang ia cintai, sebelum dirinya menghilang. Leonard harus memastikan jika Britney tidak akan kesepian dan bersedih. Ia harus yakin jika Britney tidak akan kekurangan cinta.
Egois?
Leonard harus minta maaf pada orang yang berada di sekitarnya karena menjadikan mereka alat untuk menggantikan dirinya. Yah, menggantikan dirinya untuk menemani Britney yang terlahir kembali setelah kutukan mereka terima. Membebani mereka tanggung jawab dan menggantikan dirinya.
Mereka berdua berjalan menuju rumah mungil mereka. Sesuatu yang dulu pernah mereka impikan ketika belum terpisah dan hidup di dunia atas awan.
"Apa yang kau pikirkan? "Britney menyandarkan kepalanya di bahu Leonard.
"Kebahagiaanmu? " jawab Leonard singkat.
Britney menatap sendu Leonard. "Bagaimana dengan kebahagiaan mu? " tanya Britney. Pria ini tidak berubah, dia selalu memikirkan tentang dirinya tanpa peduli pada kebahagiaannya sendiri.
Leonard menatap lembut Britney. Wajahnya yang menawan dengan rambut merah panjang yang tertiup angin membuatnya begitu tampan hampir seolah tidak nyata. "Asal kau bahagia, aku pasti ikut bahagia. "
"Tapi--"
"Sssthh waktu yang kita miliki tidak banyak, jangan habiskan waktu kita untuk berdebat. Aku bersyukur mampu bertemu lagi denganmu. "
Leonard mencium dahi Britney. Tidak seorangpun mampu menggambarkan pedihnya perasaan Leonard karena harus berpisah dengan cintanya.
Britney terdiam.
Leonard memang benar. Ia merasa jika mendapatkan ingatan kehidupan sebelum terlahir menjadi peri bunga adalah suatu keajaiban. Jika dipikirkan lebih lanjut, kemunculan Leonard adalah hal yang tidak mungkin.
Saat harus menjalani hukuman dari raja Philips, Britney sama sekali tidak berpikir bisa bertemu kembali dengan Leonard. Bisa jadi hilangnya ingatan beserta sayapnya merupakan berkah karena membuat Leonard bisa kembali ke wujud aslinya. Jika mengingat hal tersebut, dia tidak bisa menyalahkan siapapun meski kehilangan sayapnya.
Leonard adalah kekasihnya di masa lalu. Tapi cinta mereka terlarang. Meskipun terlarang mereka tetap menjalin hubungan cinta itu secara sembunyi - sembunyi. Hingga pada akhirnya jalinan mereka berdua diketahui dan mendapatkan kutukan ini sebagai hukuman.
Di dunia peri. Daniel mengetahui apa yang terjadi pada Britney. Cermin yang ia pinjam dari raja Philips memperlihatkan apa yang terjadi pada Britney dan Leonard. Tidak hanya itu, kisah mereka berdua di masa lalu juga terlihat melalui cermin itu.
"Daniel, apa yang terjadi... Mengapa aku merasa ada hawa asing dari dunia peri? "
Daniel menunjukkan cermin yang dia pinjam dari Raja Philips. Ratu Tara tertegun melihat cermin yang terkenal mampu melihat kejadian tiga alam itu.
"Mengapa kau meminjam cermin sakral itu, Daniel? " tanya Ratu Tara.
"Aku hanya ingin memantau kondisi Britney. Kita tidak bisa melepaskan tanggung jawab meski dia bukan bagian kita lagi.
Ratu Tara mengangguk. Baginya, seluruh peri di yang terlahir di dunia peri adalah putri-putrinya yang berharga. Dia menyayangi mereka semua.
"Lalu adakah bencana yang akan menimpa Britney lagi? "Ratu Tara merasa jika kelahiran Britney bukanlah hal yang biasa. Dia merasa jika gadis itu akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Akan tetapi untuk itu semua, Britney harus melewati beberapa rintangan.
"Kesulitannya saat ini berkaitan dengan perasaan. Dan segala masalahnya memang dimulai dari masalah percintaan. Namun, untuk melengkapi tujuan gadis itu dilahirkan, Britney harus berani mengambil resiko. "
Ratu Tara mengangguk. Saat ini dia hanya bisa diam mengamati apa yang Britney lakukan.
Tbc.