Di pulau Langka, rupanya ada sebuah goa kecil yang keberadaannya tersamarkan oleh semak-semak belukar di sekitarnya. Sebetulnya Nino tak yakin apa ini bisa disebut goa, karena lebih mirip seperti celah di antara batu-batu besar. Celah itu sendiri hanya muat dimasuki oleh satu tubuh, Nino meringkuk di dalam celah itu, sementara Damar mengangkat batu besar dengan susah payah untuk menutupi pintu celah. Sayup-sayup terdengar suara laki-laki berteriak-teriak, disela suara Alin memberi komendo Adrian dan Anisya untuk melempar batu. Jantung Nino berdebar kencang. Jika dirinya tertangkap hari ini, maka segalanya akan benar-benar berakhir. Hingga beberapa saat kemudian Nino tak lagi dapat mendengar suara itu. "Sepertinya mereka sudah pergi." "Tetap tunggu di sana," cegah Damar cepat saat Nino b

