RYAN dan Keysha baru saja sampai di rumah setelah melalui perjalanan panjang dari Amsterdam ke Indonesia. Mereka benar-benar lelah karena pesawat yang mereka naiki delay. Belum lagi, macetnya kota Jakarta yang semakin hari semakin parah membuat Ryan semakin gondok karenanya. "Dy, kemarin aku dapet telepon dari bu Vina, wali kelas Jesse." Keysha menyodorkan secangkir kopi hangat buatannya sendiri kepada suaminya, “Katanya nilai Jesse anjlok. Hampir semuanya." Ryan menghela napas lelah, berusaha untuk tidak terpancing emosi. Tubuhnya memang terasa remuk redam akibat perjalanan panjang. Tapi ia tidak mau beristirahat sekarang. Sebab siang hari adalah waktu bekerja dan Ryan tidak terbiasa untuk tertidur di jam-jam ini. "Jadi? Dia manggil kita ke sekolah?" Ryan menyesap kopi hitamnya pelan l

