"Lepaskan aku, Andrew." Emily memandang ke arah ubin tanpa berani menatap lelaki di depannya. Tangannya masih dicengkram erat, seakan lelaki itu takut kalau Emily akan pergi, jika ia melepaskan pegangan tangannya. "Aku mohon, lepaskan.." suara Emily terdengar serak karena gadis itu tengah berusaha untuk menekan air matanya agar tidak jatuh. "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Em," ucap Andrew sembari mengelus rambut Emily, membuat gadis itu memejamkan matanya. Perasaannya campur aduk. Dalam hati kecil Emily, ia masih sangat menyayangi Andrew. Lelaki itu adalah satu-satunya lelaki yang berhasil membuatnya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya dulu. Tapi, disisi lain, Andrew pernah mengkhianatinya ... lelaki itu pernah melakukan penghianatan yang begitu parah, hingga rasanya Emily tak sanggup u

