61

1058 Kata

EMILY memandang kosong langit-langit rumah sakit yang terasa suram untuknya. Entah sudah berapa lama ia terperangkap di dalam ruangan pengap ini. Ia muak. Semua yang terjadi padanya terasa seperti mimpi. Rasanya baru kemarin Emily bercanda dengan Mikael dan Jesse. Tapi sekarang? Ia sudah tak punya tenaga ataupun kesempatan untuk melakukannya lagi. Pandangan Emily teralih ke arah Bi Ira yang tampak sangat diam, berbeda dari biasanya. Sikapnya itu berubah setelah dokter tadi mengajaknya berbicara di luar ruangan. Tentu Emily tahu, semuanya akan berakhir. Semua yang ia alami di dunia ini sebentar lagi akan ia tinggalkan. Emily tak perlu penjelasan dokter lagi. Ia sudah tahu semuanya. "Bi," panggil Emily dengan susah payah. Tubuhnya memang masih sangat lemas, lehernya masih bengkak dan ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN