12

1103 Kata

DOKTER Erna menghela napas pelan sembari menggelengkan kepalanya, “Kalau sudah tahu alergi serbuk sari, terus kenapa malah dekat-dekat dengan bunga?" "Terpaksa." Emily memejamkan matanya lelah. "Aku juga sebenernya gak mau. Tapi, gimana ya? Kayak satu kelas itu maksa aku buat nerima bunga s****n itu." "Lalu, kenapa kautidak menolak?" tanya dokter Erna gemas. "Maksudku, kaubisa mengabaikan tatapan ataupun perintah mereka, Emily. Kau adalah kau, yang mengendalikan dirimu adalah kau, jangan biarkan orang lain memegang kendali." Emily tersenyum simpul sembari mengangguk. Ucapan dokter Erna memang benar, dan seharusnya tadi Emily menginjak bunga itu sampai hancur, bukan malah menerimanya. s**t, sekarang ia menyesal. Alerginya memang sudah teratasi berkat pertolongan cepat dari Jesse dan dok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN