Mata Leon menghunus tajam ke seseorang yang sedang menatapnya nyalang. Meskipun kaki dan tangannya diikat, ia masih mencoba tidak takut dengan orang di depannya. Salah satu pengawal Leon, memberikan kursi untuk sang atasan duduk. Setelah Leon duduk, satu orang lagi memberikan beberapa informasi kepada Leon dan juga beberapa lembar foto pelakunya. "Rendy Dwi Sasono. Namamu terlalu bagus, kalau hanya tinggal nama saja," ucap Leon, tersenyum mengejek ke arah mantan pacar adiknya. Rendy ditangkap dalam waktu sehari saja oleh pengawal Leon. Perintah Leon adalah mutlak. Kalau mereka tidak bisa menangkap Rendy, bisa-bisa mereka lah yang akan menjadi pelampiasan kemarahan sang atasan. "Lo tahu siapa Anne?" Leon bertanya ke Rendy juga tapi percuma, orang mulutnya dilakban. Yang dilakukan Ren

