Meskipun Sano masih belum bisa berdamai sekarang, tapi saat Anne menelpon Leon dan memberitahu sang ibu ada di rumah sakit, tidak mungkin dia diam saja. Walau bagaimanapun, benar kata Leon, di dunia ini hanya dirinya yang sang ibu punya begitu pula sebaliknya. Hanya saja selama di perjalanan, dia terdiam. Antara khawatir, dan takut bercampur jadi satu. Cukup sudah dia kehilangan sang ayah saat umurnya masih muda. Kalau saja sang ayah tidak meninggalkan warisan yang cukup untuknya, pasti dia terlunta-lunta di jalanan. Tanpa tempat tinggal dan tujuan. Beruntung dia mempunyai otak yang cerdas, jadi bisa mengelola hotel peninggalan sang ayah yang ada di Bali. Dia Jakarta juga dia bekerja dan berkuliah. Dia tidak mau warisan sang ayah habis. Bahkan dia ingin sekali menambah cabang hotel sel

