Bian terbangun tanpa Nadya di sampingnya, dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, dan sepertinya Nadya sedang mandi di sana. Cowok itu mengambil napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan napasnya perlahan. Beberapa menit kemudian ,Nadya keluar hanya menggunakan handuk yang menutup bagian inti dari tubuhnya. Hal itu membuat Bian kesulitan menelan ludahnya. "Udah bangun ,Bi?" tanya Nadya. "Iya, cuma bagian belakang kepala masih sakit," keluh Bian. "Duh ... maaf ya, Bi. Kita ke dokter aja yuk!" ajak Nadya. "Gak perlu, entar juga sembuh sendiri," terang Bian. "Aku olesin minyak ya?" "Boleh." Nadya berjalan menuju walk in closetnya untuk mengambil minyak oles. Setelah itu, dia kembali menghampiri Bian. Bian berbalik badan untuk mempermudah Nadya saat mengoles minyak it

