Sudah satu minggu berlalu setelah kejadian kecelakaan itu, Nata sebagai sahabat tidak menerima kejadian yang dialami oleh Eza. Dia sekarang sedang memburu orang yang sudah berani mencelakai Eza. Nata juga menghubungi cewek yang terakhir kali berhubungan dengan Eza sebagai klien. “Lu mau kemana?” tanya Bebi. “Keluar bentar ada urusan,” jawab Nata. “Jangan aneh-aneh.” “Kagak! Lu jagain Eza aja, entar gue bawain makanan pas balik ke sini,” ujar Nata. “Oke.” Nata berjalan keluar dari rumah sakit. Ia melangkah menuju parkiran mobil. Di sana sudah ada seorang cowok dengan setelan kaos dan celana jeans. Cowok itu memberikan sebuah berkas berisi data tentang cewek dan cowok yang ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami oleh Eza. “Yakin mereka?” tanya Nata. “Yakin ,Bos. Tapi … pelakun

