"Ahhh, Han ... masukkan juniornya, gue gak tahan lagi," ucap Bebi yang masih memejamkan matanya. "Sabar sayang, waktu kita masih banyak." Han menghentikan aksinya, kini ia berjalan mengambil sesuatu didalam laci mejanya. Sebuah benda yang berbentuk seperti kejantanan, dan sebuah alat kecil berbentuk lonjong ,kedua benda itu diletakkannya disamping Bebi. Wajah Bebi terlihat sedikit ketakutan, pasalnya alat itu yang akan membuatnya meminta Han untuk tidak berhenti dari kegiatan panas itu. "Han, jangan pakek vibrator itu ... kumohon!" rengek Bebi. "Terlambat ,Sayang!" Han membuka lebar kaki Bebi, lalu dia memasukkan benda lonjong kecil itu dalam-dalam pada intim kewanitaan Bebi. "Aaaahh ," desah panjang Bebi saat benda itu masuk. Melihat Bebi yang tersiksa, membuat Han tersenyum mirin

