Setelah pesta berakhir, Gina kini berada di dalam rumah Aufa. Rumah besar yang terlihat seperti istana itu terlihat sepi dan seperti tidak berpenghuni. Gina hanya berjalan mengekor di belakang Aufa. Ia tidak mengatakan apapun pada Gina mengenai rencananya. Ya, lelaki kaya itu sedang merencanakan sesuatu pada Gina. Apapun rencananya, Aufa jelas hanya ingin menguntungkan dirinya dan juga bisnis yang sedang dijalankannya. “Kamar gue ada di sana,” ujar Aufa sembari menunjuk pada lantai dua. “Kamar gue di mana?” tanya Gina. “Iya di sana,” ujar Aufa sekali lagi. “Baju … gue mau ganti!” “Ada di sana, cari aja sendiri.” Aufa berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada di lantai satu, ruangan itu terlihat seperti ruang kerja Aufa. Sementara itu, Gina mulai melangkahkan kakinya menuju lant

