Mataku terbuka karena panggilan dari ayah membangunkanku, perlahan aku menyesuaikan pandanganku dengan cahaya yang masuk. Cukup sakit saat perlahan membuka mata, namun setelah beberapa saat aku berhasil menyesuaikan cahaya yang ada. Aku dapat melihat mulut ayah mengatakan sesuatu, tetapi telingaku tidak dapat mendengarkan kata yang ayah ucapkan dengan jelas. "Aku gak bisa denger," ucapku perlahan. Tenggorokanku terasa sakit karena kering, aku membutuhkan air untuk membasahi tenggorokanku. "Kamu bisa dengar suara Ayah?" "Bisa," ucapku lemah Ayah meraih tanganku dan mengeggamnya. "Luna perawat mau masangin kamu infus," jelas Ayah, aku melihat dibelakang ayah ada seorang perawat yang tengah mempersiapkan infus. "Apa gak bisa pulang aja?" "Kamu harus istirahat di sini selama tiga har

