“Aku sudah tahu kalau mereka itu sama-sama suka, cuma belum pernah mengucapkan karena kan keburu Kakak kecelakaan,” Arri memberitahu semua tentang apa yang dia ketahui. “Aku waktu itu sudah mengatakan pada Asti dan dia enggak nyangkal, aku katakan di hari ke-9 apa kesepuluh.” “Aku lihat kok dari hari pertama saja Asti datang dengan mata bengkak dan mata merah. Terus tiap hari dia ke sini. Ya nggak mungkin lah aku nggak punya feeling.” “Terlebih lagi Kak Arra itu nggak pernah cerita apa pun tentang Asti. Sepertinya Kak Arra membuat Asti itu di atas segalanya. Eggak boleh ada yang tahu.” “Itu dugaanku. Jadi kalau tadi Asti bisa membuat Kak Arra seperti itu, ya nggak aneh. Mungkin Kak Arra merasa terusik ketika Asti mengajak dia untuk segera bangun.” “Memang seharusnya besok-besok kita b

