Nisa menggosok gosok rambutnya dan menutup pintu kamar mandi. Laily masih enteng di kasur. Sudah sore begini belum lagi mandi. "Mandi Ly. Sore kemarin lo nggak mandi!" ucap Nisa dan meriah hair dryer nya di meja rias. "Ck, males. Hari minggu juga." "Tapi ini udah sore Ly!" "Badan Laily masih wangi. Lagian Laily nggak keluar rumah juga," ngeles aja terus. "Yaiyalah wangi. Lo makai perfum mahal gue. Dari tuh isinya full jadi setengah. Gue beli di NY, Ly. Belum gue sentuh udah lo sentuh duluan!" kesal Nisa yang masih mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. "Dikit doang." enteng banget tuh mulut! "Mandi Ly!" "Males!" "Kenapa azab lo!" "Azab apaan?" Laily masih memainkan ponselnya dan sesekali membalas omongan Nisa. Nisa pun membalikkan badannya menghadap Laily. "Azab jarang

