Handefy kini terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan selang infus dan alat bantu pernapasan. Kella memandangi Handefy kasihan. Ia sudah melihat semuanya lewat cctv di rumah Handefy. Tapi ia tak melihat ke kamar Handefy yang tidak ada cctv. Nisa dan Laily terduduk di sofa dengan saling menyatukan kepalanya. Mereka baru saja selesai menangis. Jika pak Mamat tidak cepat membawa Handefy maka Handefy sudah dipastikan tiada. Kella tak sengaja ketemu Handefy di rumah sakit ketika melihat bi Ira mendorong brankar bersama beberapa suster. Kella yang mengambil obat ayahnya pun langsung ke ruangan Handefy dan menanyakan semuanya kepada bi Ira. Ia menyuruh Aulia untuk mencari cctv di rumah Handefy dan mengirimkan kepada Kella. "Kapan Handefy bangun?" tanya Laily. "Bentar lagi bangun,

