Kella 46

1196 Kata

Kini sepasang kekasih menatap pintu besar yang menjulang tinggi. Gadis itu mengeratkan pegangan tangannya ke lelaki di samping nya. "Ayo masuk," ajak Gilang. "Balik aja deh Lang." Nisa yang ingin melangkah pergi pun ditahan Gilang. "Lah kan mau ketemu calon mertua." Nisa menatap gilang melas. "Nanti aja deh. Aku malu." Gilang tertawa ia pun memeluk Nisa agar dekat dengan dirinya. Lelaki itu mengusap kepala gadisnya. "Di sekolah nggak malu. Kenapa di rumah aku kamu malu?" "Beda lang. Nih jantung rasanya mau copot," ucapnya sambil memegangi jantungnya. "Lebay!" Gilang menoyor kepala Nisa. Membuat Nisa mendengkus sebal. "Ayoo!" Gilang menarik Nisa secara paksa. Nisa hanya bisa pasrah saja. Ia takut kalo orangtua Gilang galak. Ternyata pikirannya jauh. Orangtua Gilang sangat ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN