Nisa berdiri di besi pembatas itu dan merentangkan tangannya. Memejamkan matanya erat erat. Ia tak bisa berenang. Hidupnya akan berakhir disini. Buat apa lagi ia hidup. Kalo laki laki sialan itu bertunangan dengan orang lain. Nisa tak bisa berpikir jernih. "Tuhan. Kurasa tugasku sudah berakhir. Biarkan aku berada di sisimu. Aku capek jalani kehidupan ini. Lebih baik aku pergi saja. Aku tidak ingin disakiti lelaki manapun lagi." Nisa memejamkan matanya rapat rapat sebelum ia melepaskan tubuhnya agar jatuh ke dalam air itu. Byurr Tubuhnya jatuh ke dalam air. Ia benar benar tak bisa berenang. Ia merasa pasokan oksigennya menipis. * * * * "Jovan please tolongin Laily. Nisa nggak ada di rumah!" Laily panik. Jovan yang mendengar itupun langsung menghubungi teman temannya. Mereka men

