Ruis menjaga nada suaranya tetap netral dan menahan emosi agar tidak sampai memperkeruh keadaan. Sekar sedang tidak dalam kondisi baik, pihak keluarganya sedang mengupayakan apa yang berbaik, tetapi sebagai suami, tentu dirinya juga berhak untuk mengetahui kondisi sang istri dan merawatnya. Akan sangat menyedihkan bila akhirnya apa yang dijaganya selama ini, lepas begitu saja darinya. “Ayah tidak bisa membawa Sekar begitu saja,” tolak Ruis mengekspresikan rasa yang dalam. “Aku tidak bisa kehilangan Sekar, sama dengan ayah yang tidak bisa kehilangan istri dan anak Ayah.” “Aku tidak tahu mana yang benar, Ruis. Aku juga paham dan pernah berada dalam situasi yang saat ini kau alami. Banyak jebakan, rahasia, dan meragukan kepercayaan semua orang. Tapi, saat ini prioritas ayah hanya kondisi Se

