Ruis mengangkat sebelah alisnya. Menarik Sekar menjauh dengan tatapan memperingatkan untuk tidak lagi memedulikan kehadiran burung itu dan menuntunnya kembali ke dalam kamar. “Pengawal yang akan mengurusnya,” bisiknya begitu Sekar menunjukkan rasa penasaran melalui sorotan mata dan tubuh menegang menolak ajakannya untuk meninggalkan balkon. “Tuh, 'kan burungnya terbang,” kesal Sekar mengerucutkan bibirnya. “'Kan yang di aku masih ada,” goda Ruis terkekeh geli melihat tingkah Sekar yang langsung menyikut perutnya. Sekar menuruti perintah Ruis masuk ke kamar lagi. Membiarkan suaminya mengganti pakaian dengan kaos santai dipadukan celana pendek. Ia menikmati pemandangan yang tidak pernah dibayangkan bagaimana bisa terjadi. Menikahi taipan kaya raya dan kebahagiaan nyatanya sama saja. Tida

