Ruis dan Sekar duduk saling berhadapan di meja kerja. Pena yang dibawa Sekar hanya berputar di dalam genggaman tangan tanpa ada percobaan untuk segera membubuhkan jejak namanya. Ruis bersedekap tangan, memandang sang istri yang tampaknya cukup ragu untuk membaca isi keseluruhan. Ada seulas senyuman tips dari sudut bibir Ruis. Penampilan menarik kala Sekar memandang antara dirinya dan berkas itu ingin membuatnya tertawa. “Boleh aku tahu apa ini maksudnya?” Tepat sasaran. Sekar tipe wanita yang sebenarnya tidak cukup ceroboh meskipun kemarin sempat membuatnya kesal karena berani meninggalkan mansion dan menemui Hasan. Namun, setelah Ruis berpikiran positif, apa yang dilakukan Sekar malah membuka jalan baginya untuk membuktikan bahwa sepupunya itu tidak sebaik yang dikira Sekar tanpa bany

