Kedatangan Alvin di dalam kamar membuat Emma terkejut. Ia baru saja akan mengganti pakaiannya. Ia menengok dan melihat Alvin cuek. Seakan perilakunya adalah hal yang biasa ia lakukan dan tidak akan ada efeknya bagi Alvin. “Kenapa?” Emma masih enggan menatap Alvin. Ia mengambil handuk lalu menyampirkannya ke pundak. Alvin sedikit canggung sebenarnya mengatakan bahwa ia ingin meminjam uang Emma. Sekedar kalian tahu saja, selama ini mereka memang tidak pernah memiliki kantong keuangan bersama. Uangku tetap uangku, uangmu adalah uangmu. Tidak ada uang kita di pernikahan Alvin dan Emma. Semuanya terpisah sejak masalah keuangan itu datang di keluarga mereka beberapa tahun silam. Kini mereka memisahkan semuanya. Emma masih mencoba berbaik hati dengan memberikan kartu kredit dengan limit terte

