Sukma yang baru saja membuka matanya melihat ke sekeliling, ia hanya melihat tembok dan tiang infus. Di saat bersamaan Kenan datang, Sukma langsung memanggilnya. " Mas, itu kamu? " Menatap bagian belakang tubuh Kenan yang sedang menutup pintu lalu ia mengangkat badannya untu duduk. Kenan menoleh saat mendengar suara Sukma, setelah menutup pintu ia segera berlari menghampiri ranjang dan berusaha membantu Sukma untuk duduk lalu ia memegangi tangan Sukma. " Kamu sudah sadar? " Sukma yang masih belum bertenaga hanya mengangguk lemah sambil tersenyum. Kenan duduk di bangku sebelah ranjang, tanganya masih memegang erat tangan Sukma. Seolah ia tak ingin melepaskannya. " Apa yang kamu rasa? Apakah masih sakit lukanya? " Tanya Kenan khawatir. Sukma hanya menggeleng. " Tidak, sudah lebih b

