Setelah pertemuannya yang singkat dengan istrinya membuat Angga kembali menjadi ceria dan semangat lagi. Ia memutusakan untuk mengawasi istrinya dari kejauhan saja, mencoba memberikan sedikit ruang untuk Yumna. Ia tidak ingin terlalu memaksa istrinya untuk kembali ke rumah karena pasti itu akan sedikit sulit. Sesuai perkataannya pagi tadi, sore saat pulang dari kantor Angga kembali lagi ke apartemen Yumna. Ia membawa bungkusan di tanganya sambil berdiri di depan pintu. Lagi- lagi Yumna yang kembali membuka pintu, ia terkejut melihat suaminya berdiri mematung di depan pintu dengan beberapa paper bag di tanganya. " Yumna. " Panggilnya saat pintu hendak kembali ditutup. " Aku mohon, biarkan aku masuk sebentar saja! Aku hanya ingin melihat kamu sedikit lebih lama dan aku rindu dia. " Men

