Butuh waktu lima belas menit bagiku untuk memperbaiki penampilanku di dalam toilet. Ali benar-benat nekat, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal ini di dalam ruangannya. Ya, memang, Ali berkuasa di perusahaan ini dan tidak ada siapapun yang bisa melarang Ali melakukan apa yang laki-laki itu inginkan. Tapi tetap saja aku sebal. Ini sudah kedua kalinya Ali bersikap seperti ini padaku. Tidak munafik, aku memang menikmati semua sentuhan yang Ali berikan padaku. Ini adalah kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dijelaskan. Tapi apakah harus di kantor? Ah, lama-lama aku bisa gila jika memikirkan ini terus menerus. Sudahlah, biarkan saja. Lagi pula tidak akan ada yang tahu dengan kegiatan kami tadi. Walaupun ada yang tahu, itu juga bukan masalah, karena kami sudah terikat. Setelah memoles b

