“Ughh...” Hal yang pertama kali aku temukan saat membuka mata adalah wajah tampan Ali yang terlihat damai dalam tidurnya. Alis yang hitam juga tebal, bulu mata lentik, hidung mancung, rahang kokok, bibir merah, dan rambut yang berantakan menjadi pemandangan yang sangat indah. Melihat rambutnya yang berantakan, mengingatkanku dengan kejadian semalam. Ah, aku tidak menyangka jika aku akan menyerahkan gelar keperawananku secepat ini. Padahal aku pernah berkata jika semua itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi apalah daya jika hati tidak sesuai dengan logika. Belum lagi keadaan kamar yang berantakan. Apakah seganas itu kami dalam ‘bermain’? Pergulatan hebat yang tidak pernah aku bayangkan, ciuman, belaian, desahan dan semua hal yang sangat dasyat yang baru pertama kali aku rasak

