70. Tentang Sebuah Rasa

1188 Kata

Huzam tak mengerti mengapa Arbrito berkata demikian. Akhirnya ia pun mengikuti saran Arbrito untuk kembali ke kamar. Dinding punya telinga katanya? Mengerikan sekali kedengarannya. Apakah ia harus selalu hati-hati dalam berkata-kata dan bertindak? Huzam menggeleng kecil. Kembali ke kamar yang dimaksud Arbrito pun tidak benar-benar kembali. Pasalnya, Arbrito membawa beberapa berkas yang rupanya harus Huzam pelajari. Dan itu membuat Huzam tak senang. “Bagaimana bisa?” tanya Huzam sambil mengangkat tinggi kertas-kertas itu. “Itu yang saya kumpulkan. Mau tau lebih banyak tanya orangnya langsung. Ada nomor kontaknya.” “Kau tidak sedang sakit kan, Arbrito?” “Sekali lagi saya sampaikan, Huzam. Jin Ha akan membantumu ke depannya.” Huzam mendecih. Ia benar-benar malas sekarang. Kedatangannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN