Huzam terdiam. Lututnya melemas seketika. Ia duduk di tepian ranjang yang tadi sempat dipakai Bintang. Apa ini mimpi? Apa ini hanya bentuk reaksi tubuhnya yang telah menemukan Bintang? Mengapa sakit sekali? Huzam menggeleng. Ia harus mengejar Bintang. Huzam pun beranjak dari ranjang itu namun Jin Ha menanhannya. “Jangan, Zam,” cegah Jin Ha. “Aku mau ngejar mereka.” Jin Ha menggeleng. “Mereka sudah pergi.” “Aku tidak mau kehilangan Bintang lagi. Aku harus menyusulnya.” Jin Ha menggeleng lagi. “Duduk dulu.” “Tidak Jin Ha. Aku harus membawa Bintang,” ujar Huzam parau. Jin Ha sedikit prihatin atas apa yang terjadi pada Huzam. Ia pun mendekat. Ia peluk Huzam untuk menenangkannya. “Biar aku jelaskan. Dengarkan baik-baik.” Huzam menggeliat. Jelas ia tak nyaman mendapatkan perlakuan se

