Iblis Kecil

2882 Kata

Aneh, Arunika tidak pernah menyangka kalimat setajam itu akan keluar dari mulut Mahadewan Jagat. Bukan hanya karena isi ucapannya, tetapi karena cara pria itu mengatakannya dengan tenang, dingin, dan tanpa sedikit pun keraguan. Seolah semua yang tadi diucapkan di lorong itu bukan luapan sesaat, melainkan sesuatu yang sudah lama ia simpan dan akhirnya dilepaskan tanpa sisa. Perasaan itu masih menggantung di kepala Arunika ketika Mahadewan tanpa banyak bicara mengambil tas kecil Arunika dari meja pasangan Pak Adrian dan Bu Lestari yang tampak kebingungan. “Pak Dewan? Kamu mau ke mana?” tanya Pak Adrian, sedikit terkejut. “Ada urusan penting, Pak,” jawab Mahadewan datar. “Saya izin.” “Sekarang?” Bu Lestari menatap Arunika, seolah mencari penjelasan. Arunika sempat membuka mulut, tetapi b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN