Mas Dewan

3521 Kata

Terperangkap dalam kukungan Mahadewan, harusnya sudah terbiasa bagi Arunika. Seringkali bibir itu menyentuh seluruh tubuhnya, seringkali tangan itu membelai, meremas dan juga memberikan usapan yang membuat bulu kuduk Arunika merinding. Tidak jarang pula kerasnya Mahadewan menghentak begitu kuat, tapi masih bisa Arunika tahan. Entah ini efek kehamilan atau apa, yang jelas Arunika lebih sensitive. Hanya karena ciuman, dan remasan di daada nya, tubuh Arunika merespon dengan getaran dan bibir yang kalut oleh ciuman. “Hmphhhh! Hmphhhh!” Suaranya tertahan oleh ciuman, tubuhnya menggelinjang tapi ditahan dengan mudahnya oleh Mahadewan yang hanya mencengkram pinggang Arunika saja. Begitu ciuman terlepas, napasnya terengah-engah menatap Mahadewan yang menegakan tubuhnya. Terasa dramatis saat je

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN