Tangan Alessa terlambat menolak, Ella sudah mengunci perhiasan pemberiannya di pergelangan tangan. Alessa pun tak dapat berkata-kata, semuanya terlalu menyesatkan. “Ella, ini…,” “Pelajaran paling berharga dalam hidupku adalah mengetahui betapa segalanya tidak bisa selalu kita dapatkan, kebahagiaan, cinta di dalam kasih sayang. Semua itu adalah wewenang waktu, segalanya telah ditentukan Alessa.” ucap Ella mendongakkan kepala saat menahan air mata yang hampir jatuh. “Tidak Ella, semua ini… Semua yang kau rasakan ini…,” “Bukan apa-apa. Ya, aku sangat berterima kasih karena kau menyadarkan aku Alessa. Aku yang egois dan terkadang tidak tahu diri ini akhirnya bisa paham betul jika… Aku salah.” Ungkap Ella putus asa. Yang terdengar tak bisa disangka, James melihat wa

