Nada dari musik yang sedang didengar pada ponsel seakan mewakili perasaan Ella. Setiap matahari akan pergi dan kehangatan itu memudar, Ella menanti kedatangan seseorang di ruang utama tepat berdekatan dengan pintu, di sana Ella terkadang menatap hidangan malam yang sudah siap menyambut pria dicintainya. Saat mendengar suara langkah dari halaman beraspal Ella teramat girang, ia sempatkan untuk masuk ke kamar untuk berkaca apakah pakaian dan make up nya sudah rapi. Meski terlihat natural dan hanya menggunakan pelembab di bibir, tapi itu sudah cukup membuat James rakus melumat bahkan mempermainkan bentuk tipis bibirnya dengan lidah. “Ella.” Sontak Ella menoleh. Ia tahu di balik suara itu. Gadis dan Lisa, Ella segera keluar dan menyambut kedua sahabatnya. “Kalian.”

