"Sidang perceraian antara penggugat, Hanina Wicaksana dan tergugat, Pradikta Atmaja resmi dibuka." Tuk! Bunyi ketukan palu oleh hakim menandakan persidangan antara Hanin dan Dikta resmi dibuka. Hanin dan Dikta saat ini duduk bersama pengacara masing-masing di bagian sisi yang berbeda. Di sisi Hanin, terlihat Attar dan Drajat menyaksikan dengan seksama jalannya persidangan. Hanya orang-orang berkepentingan yang dibiarkan masuk menyaksikan persidangan. "Saya akan membacakan surat gugatan dari penggugat, dalam hal ini adalah Nyonya Hanina Wicaksana," ucap jaksa penuntut. Selembar kertas berada di tangannya, ia memajukan kursinya dan mendekatkan mulutnya dengan mikrofon. "Pada tanggal 27 bulan Oktober tahun 20XX, Nyonya Hanina Wicaksana datang ke pengadilan agama untuk memasukkan form

