"Bagaimana dengan rencana yang sudah saya kirimkan, Pak? Bukankah itu adalah rencana yang sangat sempurna?" Jefan duduk di hadapan Attar dengan gaya santainya. Semenjak membantu Attar dalam rencana PDKT-nya, tingkat kekurangajaran Jefan menjadi meningkat. "Jelek." Mata Jefan sontak melotot tak terima. "Apa maksud Anda, Pak?! Itu adalah rencana yang sangat bagus, saya jamin Bu Hanin akan sangat tersentuh dan tidak akan melupakannya!" ucap Jefan menggebu-gebu. "Hanin tidak akan menyukainya. Aku bertaruh seratus persen untuk hal itu!" ucap Attar sangat serius. "Anda mana tahu rencana yang bagus dan tidak, Anda saja tidak pernah berkencan sebelumnya," decih Jefan tak terima. Attar memicingkan matanya, membuat Jefan menyengir kecil salah tingkah. Ia mengira Attar akan memarahinya karen

