Ordo

1810 Kata

Aku terdiam menatap gadis yang tak kukenal ini. Aku tak pernah yakin pada kekuatanku, tak pernah percaya pada keputusanku. Pada akhirnya keragu-raguan menyebabkan orang yang ada di sekitarku terluka. Lalu, keinginan yang muncul dalam diriku terlalu rapuh untuk digenggam. Meski aku tahu betapa rapuhnya mimpi yang kuyakini, aku masih tetap percaya pada kekuatan mimpiku. Duduk terdiam dalam lamunan, sementara suasana di sekitarku mulai dipenuhi dengan pasukan penyelamat. Setiap korban mendapatkan pertolongan medis, keadaan mereka tidak terlalu baik; wajah setiap orang dipenuhi dengan kesedihan. Yang merasakan kehilangan saat ini bukan hanya diriku seorang. Mereka menangisi orang-orang yang tewas karena Carissa serta gadis setengah Immortal. Teresa tengah berbincang dengan salah seorang pri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN