Penyusup

610 Kata

Begitu petang menjelang, aku langsung terkapar di kamar. Tubuhku benar-benar lelah. Latihan ini terlalu berlebihan, dan lagi tak bisa kubayangkan jika Anton tidak terpental saat itu juga, akan jadi apa diriku? Snowman mungkin tidak terlalu buruk dibandingkan tongseng. Beruntungnya diriku, keajaiban selalu datang di saat aku membutuhkannya. "Fiuh, nyaris saja." Belum selasai diriku menghilangkan rasa lelah tiba-tiba suara serene berbunyi. Aku bingung dengan suara serene yang bertalu-talu. Terdengar seseorang tengah menggedor pintuku, tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar memastikan situasi yang terjadi. Sesosok cowok telah berdiri di depan pintu kamarku. "Kau tidak bisa berada terlalu lama di sini. Para Immortal berhasil menyusup ke markas. Semua Hunter sibuk menghalau mereka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN