Bab 4

683 Kata
Ayu menatap gawainya dengan rasa bosan. Tangannya hanya menscroll layar gawainya tanpa ada niat untuk melihatnya apapun yang ditampilkan dilayar benda pipih itu. Saat ini Jam pun telah menunjukkan jam dua dini hari. Hingga jam segini matanya tak jua memejam. Padahal dia sudah suntuk tak tahu apa yang hendak dilakukannya lagi. Tidak ada yang bisa diajaknya untuk mengobrol menghabiskan waktu. Mungkin karena siang tadi dia sudah tidur siang. Maka sekarang matanya masih segar bugar tanpa ada rasa kantuk sedikitpun. Suaminya,Devan sudah tertidur pulas di sampingnya. Suara dengkuran halus Devan membuat Ayu memperhatikan suami tercintanya itu. Suaminya tampak kelelahan, hari ini dia pulang agak malam dari biasanya. Katanya ada rapat pemegang saham yang diadakan mendadak. Sepulang dari kantor, jam sudah menunjukkan kan 10 malam. Devan langsung mandi dan langsung merebahkan dirinya diatas ranjang. Mereka sempat mengobrol beberapa saat, membahas kegiatan mereka hari ini yang diakhiri Devan dengan suara dengkurannya. Ditatapnya suami tercintanya dengan tatapan sayang. Ayu sangat bahagia bisa hidup bersama Devan. Devan adalah cinta pertamanya semenjak dia menginjakkan kaki di kantor Devan sebagai pegawai baru. Melihat Devan yang saat itu baru saja memasuki lift khusus dewan direksi. Membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama. Diperhatikannya wajah Devan yang tampan, d**a bidangnya yang telanjang d**a. Suaminya memang suka tidur bertelanjang d**a. Ayu mereguk salivanya melihat d**a bidang Devan. Tangannya ingin sekali meraba-daba d**a itu, mengelus p****g d**a itu. Tubuh bagian bawahnya berkedut-kedut mendamba. Pikirannya semakin liar menatap celana devan.pikiran liarnya membayangkan apa yang ingin dilakukannya pada sesuatu yang berada dibalik celana itu. Benda yang selalu tidur tak pernah bangkit. Hanya memikirkan hal itu saja membuat pangkal paha ayu lembab dan basah. Ayu bergegas beranjak turun dari ranjang bwrusaha tak menimbulkan suara yang dapat membangunkan devan.. Berjalan keluar dari kamar. Menuju sebuah kamar yang terletak diujung ruangan lantai duanya. Kamar yang devan tahu digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang-barang ayu. Devan tak pernah memasuki kamar itu karena hanya ada barang-barang ayu yang menumpuk di kamar itu. Ayu mengunci pintu dengan pelan agar tak menimbulkan suara keras. Dikunci agar lebih aman, berjaga-jaga jika devan tiba-tiba mencarinya. Lampu menyala remang-remang memenuhi ruangan saat ayu menyalakan saklarnya. Kamar ini memang awalnya digunakan ayu sebagai gudang untuk menyimpan barang- barangnya yang sudah tidak digunakan tapi sayang untuk dibuangnya. Sekarang kamar ini sudah ayu rombak menjadi sebuah kamar tidur yang spesial untuknya. Tanpa diketahui oleh devan. Kamar ini layaknya seperti kamar biasa. Terdapat tempat tidur, lemari, dan lcd tv yang besar. Kamar ini spesial karena semua bagian bagian kamar dari tembok hingga lantai dipasang karpet peredam suara... Suara apapun yang di keluarkan di dalam sini tak akan terdengar keluar walau sekeras apapun suara itu. Layaknya seperti sebuah bioskop. Apa tujuan ayu membuat kamar ini? Untuk menonton film dengan suasana bioskop? Ya, benar juga. Hanya saja yang ditonton ayu adalah tontonan yang berbeda. Dan ayu tak ingin suara- suara dari tayangan yang ditontonnya dan apa yang dilakukannya sambil menonton didengar sampai keluar kamar. Ayu membuat kamar ini secara bertahap. Di saat devan ada kunjungan kerja di luar kota. Sehingga suaminya tak akan tahu tentang kamar ini. Kamar ini akan menjadi kamarnya jika devan tak dirumah. Ayu membuka lemari. Bukan pakaian yang ada di dalam lemari ini. Isinya hanyalah benda-benda yang akan memberikannya kepuasan batin. Kepuasan yang tak pernah didapatnya lagi dari devan. Walau ayu bilang dia tak mempermasalahkan kekurangan devan itu. Tak dipungkiri hasratnya yang mendalam menginginkan dipuaskan. Ayu masih muda. Hasrat birahinya masih menggelora dan meledak- ledak. Dia butuh pelepasan. Maka dibuatlah kamar ini. Toh setidaknya dia tak selingkuh. Tidak mencari pria lain untuk menyalurkan hasratnya. Cintanya tetap untuk devan. Terdapat berbagai macam alat pemuas s*x di dalam lemari. Tersusun rapih dengan berbagai bentuk dan fungsi. Ayu meraih sebuah vibrator yang berukuran besar. Dan beberapa benda yang berbeda bentuk dan ukuran. Ditaruhnya benda2 itu di atas ranjang. Kemudian mengambil remote menyalakan tv dan komputer. Di komputernya dia telah mendownload beratus- ratus film dewasa dari berbagai macam negara. Ayu asal memilih judul. Dan langsung memulai filmnya. Berjalan ke ranjang sambil melucuti semua pakaiannya hingga tak ada satu lembar benangpun yang melekat di tubuh telanjangnya. Duduk manis diatas ranjang dengan berbagai vibrator mendampinginya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN