Beberapa hari telah berlalu Yuda masih menemani istrinya di rumah sakit, ia masih sangat setia menunggu sampai istrinya bisa pulang dari rumah sakit walaupun kondisi sebenamya ia tak bisa memaksakan dirinya berpikir karena penyakit yang di deritanya. ”Mas, kamu ga ke kantor?" tanya Delisa. ”Ga sayang, di kantor sudah ada Tio yang bisa menangani semuanya, aku akan menemanimu terusn kata Yuda sembari membelai istrinya dengan lembut. Beberapa menit kemudian Elena datang dan masuk kedalam kamar inap Delisa dengan tatapan sinis, ”Ngapain lo kemari Elena?" tanya Yuda keheranan. ”Seharusnya gue yang bertanya, lo itu yang ngapain di sini? Bukannya lo bilang sama ke gue jika anak yang dikandung wanita ini bukan anak lo? Trus kenapa sekarang—n ”Hati-hati ya lo ngomongnya, kita bicara di luar, i

