"Kamu kenapa Dek? Kamu marah sama Mas karena Mas pulang telat?" Gue gak ngejawab apapun dan mulai mejamin mata gue, gue gak mau berdebat dan gue gak mau ribut malem-malem gini, gue cuma mau nunggu, nunggu Mas Fatih mau jujur sama gue dengan apa yang udah dia lakuin dibelakang gue selama ini. "Dek Mas nanya kamu" "Aiza ngantuk Mas, tolong ngertiin" dan gue gak mau memperpanjang apapun lagi, gue mencoba balik mejamin mata gue walaupun gue sadar kalau gue gak akan bisa tidur nyenyak malam ini. . . . Besok paginya gue bangun dan udah gak mendapati Mas Fatih disebelah gue, gue juga beranjak dan turun untuk nyariin suami gue tapi nihil, Mas Fatih kemana? Entahlah. Gue beberes diri dan setelah sarapan kaya biasa, gue kuliah siangan hari ini, jadi walaupun Mas Fatih gak ada gue tetep pamit

