18

1095 Kata

"Kamu gak akan pernah tahu seberapa berharganya kamu di dalam hidup Mas sekarang Dek" Gue hanya tersenyum kecil dalam pelukan Mas Fatih, gue juga gak bisa ngejelasin seberapa bahagianya gue sekarang karena bisa jadi seseorang yang cukup berharga di hidup seorang Fatih Aijaz. . . . Paginya gue bangun dan mendapati Mas Fatih lagi natap teduh ke arah gue, pagi-pagi udah di hadiahi tatapan Mas Fatih kaya gini, gue rasanya gak mau bangun-bangun lagi. "Mas udah lama bangunnya?" "Mas lupa Dek, terlalu sibuk merhatiin kamu tidur kaya gini" Gue baper, kenapa Mas Fatih mendadak sweet banget kaya gini? Gue makin sayangkan jadinya. "Mas jangan ngawur pagi-pagi gini, jangan ngelitain Adek kaya gitu, bikin Aiza malu" Mas Fatih malah tertawa kecil ngeliat gue yang mulai salah tingkah karena di ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN