Gita membuka pejaman matanya pelan. Melihat dengan samar beberapa sosok seseorang yang sedang menatapnya. Gita mengedipkan matanya beberapa kali. dan, di sambut dengan pelukan sang suami yang sejak semalam menunggunya sadar. Dan, selalu berada di sampingnya tanpa tidur. "Sayang, kamu sudah sadar? Alhamdulillah", ucap Leon. Mengecup puncak kepala sang istri beberapa kali. "Anak kita mana?", tanya Gita. "Ini.. Dia sedang terlelap", jawab Leon. "Syukurlah kamu sadar, Git. Gue bahagia banget", sambung Luvina. Yang sejak semalam tak pulang ke rumah. "Iya, Nak. Mami juga senang sekali. Akhirnya kamu sadar", sambung Rana. Gita tersenyum lalu memeluk putranya. Gita masih merasakan berat di bagian kepala. Ia belum bisa bergerak bebas. Karena jahitan perutnya masih terasa perih. "Jangan banya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


