“Cukup?” tanya Rizal begitu Adisti selesai memesan. Adisti tersenyum kecil, “kebanyakan ya?” tanyanya pelan. Rizal terkekeh melihat wajah bersalah dari seorang Adisti. Kemudian dia menggeleng kecil, “engga, gue yakin lo laper.” Kata Rizal lagi kemudian bangkit berdiri setelah meminta ijin kepada Adisti, “kalo gitu gue pesen dulu ya.” Katanya. Yang di mintai ijin mengangguk kecil. “Nih makanan ringan lo, makan dulu, ganjel perut.” Ucap Rizal sebelum benar – benar pergi dari kursinya. Adisti terkekeh kecil. Lalu ia mengangguk lagi. Satu lagi yang di sadari oleh Adisti, bagaimana mereka membawa banyak kursi dan meja kayu ini ke sini? Entahlah, pikiran Adisti mungkin sedang error atau bahkan sedang di masa dia tidak bisa berfikir jernih. Melihat kayu yang di depannya, dijadikan m

