Bab 35 Dan Masa Lalu pun Berkata Halo

1298 Kata

Benarnya saja. Orang-orang berlarian ke seluruh penjuru arah. Jeritan, tangisan, dan erangan bersatu padu dalam irama yang memekakkan telinga. Darah bersimbah di lantai layaknya sebuah balon air yang pecah. Erangan dan jeritan ketakutan bergaung memenuhi aula mall itu. Kedua bahu Sasha merosot, wajahnya pucat pasi, dan kedua kakinya terasa lemas. Perutnya bergejolak hebat, serasa ada yang membetot perutnya. Dia yang mengirim para penyintas itu menuju kematian yang mengenaskan di bawah sana. "Sasha? Kamu baik-baik saja? Sasha?" Dylan mengguncang-guncang tubuhnya, tapi kesadarannya perlahan menghilang. Perempuan itu ambruk di sisi Pak Doni. Tak bisa dibayangkannya jika itu terjadi pada keluarganya. Sasha merasa sungguh lemah, sangat lemah, dan dia benci menjadi lemah.... *** “Anda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN