Karin diam membeku di lantai ia terpaku dengan tatapan Ryan. Janrungnya berdebar kencang menunggu reaksi Ryan yang melihatnya terjatuh di lantai. Hati Karin menjadi sakit saat dilihatnya bagaimana Ryan berlalu pergi begitu saja tanpa menyapanya terlebih dahulu atau menegur Norah dan hal itu bagaikan de ja vu untuk Karin. ‘Mengapa juga aku berharap kalau Ryan akan mendatangiku! Namun, ia pernah mengatakan, kalau ia akan jujur apabila sudah tidak menginginkan diriku lagi sebagai kekasihnya,’ batin Karin. Ia lalu berdiri dan berjalan dengan cepat menuju pintu keluar. Dan pada saat ia sudah berada di luar dilihatnya Ryan sedang berdiri di samping mobilnya. Kembali netra Karin dan Ryan, tetapi kali ini Karin dengan cepat melengos. Dirinya berjalan dengan cepat di trotoar menuju rumah makan

