Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Mentari sedang berada di balkon apartemennya, menatap langit malam berhiaskan bulan sabit yang tampak begitu indah baginya. Secangkir cokelat hangat berada dalam genggamannya. Asap masih mengepul dari dalam cangkir, menandakan bahwa dia belum terlalu lama berada di sana setelah membuat minuman tersebut. Namun, sudah terhitung lima kali dia mengembuskan napas berat ke udara dan yang terakhir baru saja terjadi. "Lima." Bariton yang terdengar secara tiba-tiba membuat Mentari terkesiap dan langsung menoleh ke asal suara. Dia mendapati Mario tengah bersandar di pintu balkon, menatapnya sambil menyunggingkan senyum miring yang khas. Mentari menatap Mario dengan dahi berkerut, tak mengerti dengan maksud perkataannya. Mario mendengus dan beranjak dari posisinya

