Abi Frustasi

1209 Kata

Keesokan harinya. Abi sedang bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Dia bahkan sempat berperilaku mesra, hingga Meisya mengernyit heran, dengan tingkah suaminya yang tidak seperti biasanya ini. "Sayang, aku berangkat dulu ya?" ucap Abi yang memeluk Meisya dari belakang, lalu mengecup pipinya. "Tumben, Mas," ucap Meisya dengan dahi yang berkerut. "Tumben kenapa?" tanya Abi sambil melepaskan dekapannya dan Meisya berputar, untuk menatap sekaligus meminta penjelasan. "Ya tumben. Udah peluk-peluk begini, terus cium-cium juga. Mas ada buat salah apa emangnya?" tanya Meisya. "Apa sih, Sayang? Kok kamu malah bicara begitu hm?" ucap Abiyaksa. "Ya soalnya aneh. Nggak biasanya banget Mas peluk-peluk sama cium-cium aku duluan begitu. Aku ini curigaan lho, Mas," ucap Meisya. "Ya jangan dong. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN